Pilih Menggaji atau Digaji ?

Kalau kita dipertemukan dengan pertanyaan digaji atau menggaji, mungkin kita akan berfikir untuk menggaji, karena kalau kita menggaji, berarti kita adalah pimpinan suatu perusahaan.
Dan jika kita memilih digaji, berarti kita bersedia mengabdikan hidup ditempat kita bekerja.

Hidup memang sebuah pilihan, dari kecil kita telah diajarkan untuk menanam impian masa depan dan apa saja yang akan diraih yang dinamakan cita-cita. Anak kecil jika ditanya tentang cita-cita, mereka pasti menjawab, polisi, polwan, guru, dokter.

Namun, seiring bertambahnya usia, semakin banyak pula kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Tagihan listrik, sewa rumah, kost, ataupun kendaraan yang harus dibayar setiap bulan membuat kita harus mempunyai penghasilan tetap. Hal ini yang membuat kita berbondong-bondong melamar pekerjaan disuatu perusahaan ataupun instansi pemerintahan. Bukan atas dasar sosial tetapi untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mempunyai gaji tetap.

Menjadi karyawan atau pegawai ditempat kerja bisa memenuhi segala kebutuhan hidup kita, karena kita pasti sudah memperhitungkan gaji dan kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup terpenuhi dan tambahan uang saku selama sebulan. Tetapi itu tidak membuat kita mencapai kesejahteraan, begitu banyak goal-goal yang kita impikan, tidak bisa tercapai karena kita harus menghabiskan waktu kita untuk urusan kantor. Kita tidak bisa menuntut banyak karena kita bekerja sesuai jobdesk dan digaji.

Pernahkah kita berfikir seperti ini; "makan, tidur, keluyuran, dan uang tetap masuk"

Menjadi seorang wirausahawan adalah jawabannya.
Tetapi menjadi seorang wirausahawan tidak semudah yang dibayangkan. tentunya sangat berbeda dan lebih sulit daripada berkerja di perusahaan. Diperusahaan kita hanya berkerja sesuai jobdesk. dan mendapat gaji. Menjadi wirausahawan mengharuskan kita menciptakan sistem tersendiri diperusahaan kita, memikirkan semua kebutuhan dari a - z, mempertimbangkan gaji karyawan dengan penghasilan perusahaan.Tentu kita tidak bisa melakukan semua itu tanpa adanya pengalaman.

Mendapatkan pengalaman kerja bukan berarti kita harus bekerja dulu, kita bisa mendapatkan pengalaman dari orang-orang yang berhasil menciptakan usaha mereka sendiri. Mereka akan dengan senang hati berbagi pengalaman dan memberikan tips-tips  bagaimana mendirikan suatu perusahaan.

Mau berwirausaha tetapi bingung usaha apa yang harus dibangun ?
Yang paling mudah adalah hobi, kalau kita membuka peluang usaha di hobi kita, tidak akan sulit membangun sistemnya karena kita sudah tahu apa yang harus kita kerjakan. Sebagai contoh misalkan agan hobi masak, memasak memiliki peluang yang sangat banyak, kita bisa membuka warung, jualan kue, atau menciptakan bumbu dapur sendiri.

Jangan pernah menilai besar kecilnya usaha kita. pandangan sosial dan pandangan wirausahawan sangatlah jauh berbeda. Jika masyarakat hanya melihat kita sebagai seorang penjual kue, tetapi dimata wirausahawan, kita adalah seorang pengusaha.

Jika kita adalah seorang karyawan yang bekerja dikantor, gaji ada, tetapi tidak 100% (pajak, ppn, dll)
Jika kita adalah seorang pengusaha, gaji ada dan 100% milik kita.
Jika kita adalah seorang karyawan kita harus patuh terhadap pimpinan
Jika kita adalah seorang pengusaha kita adalah BOS nya

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Pilih Menggaji atau Digaji ?"

  1. Pengennya si menggaji, tapi untuk sementara digaji dulu buat modal!!!

    ReplyDelete